TAUHID AR-RUBÛBIYAH [1] Tauhid ar-Rubûbiyah adalah mengimani bahwa Allâh itu ada dan meyakini keesaan-Nya dalam segala perbuatan-Nya. Atau meyakini bahwa Allâh adalah al-Khâliq (Pencipta), ar-Râziq (Pemberi rezeki), al-Mudabbir (Pengatur/Penguasa) segala sesuatu, tidak ada sekutu bagi-Nya. Apa yang dimaksud Tauhid Rububiyah? >> Mengesakan Allah dalam hal perbuatan-perbuatanNya, seperti : menciptakan dan memberi rizki. (Ket: aplikasi tauhid ini adalah meyakini bahwa yang berhak Menciptakan dan Memberikan rizki hanyalah Allah. Tauhid rububiyah adalah keyakinan dalam ajaran Islam tentang tauhid atas segala kehendak dan perbuatan Allah terhadap segala urusan di dalam alam semesta. Dalil utama mengenai tauhid rububiyah adalah Surah Al-Fatihah. Tauhid rububiyah dikaji dalam ilmu kalam dan akidah Islam. Ajaran Islam menganggap bahwa tauhid rububiyah merupakan fitrah bagi Dapat disimpulkan, Tauhid Rububiyah mencakup dimensi-dimensi keimanan sebagai berikut: 1). Beriman kepada Dzat Allah. 2). Beriman kepada perbuatan-perbuatan ( af'al) Allah yang bersifat umum, Misalnya, menciptakan, memberi rezeki, menghidupkan, mematikan, menguasai, dan lain-lain. 3). Beriman kepada takdir Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam." (QS. Al-A'raf: 54). Dan Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ ٱلْمُلْكُ ۚ وَٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ. "Yang (berbuat) demikian itulah Juga, rububiyah dan uluhiyyah itu saling berkaitan." Yusuf mengimbau, agar peserta bedah buku dari perwakilan madrasah, pesantren, mahasiswa, lembaga dan banom di NU, dan masyarakat luas untuk menyerahkan pemahaman keagamaan kepada para ulama. Argumen Pembagian Konsep Tauhid Rubūbiyyah dan Ulūhiyyah Berdasarkan penjelasan tentang makna Lā ilāha illa Allāh di dalam al-Qur'an, Sunnah, pemahaman para Sahabat dan ulama Salaf di atas, jelas bahwa pembagian (pengonsepan) tauhid menjadi Tauhid Ulūhiyyah dan Tauhid rubūbiyyah hakikatnya "bukan barang baru", sehingga tidak benar MbJ7V.